oleh

Proyek Pembangunan Bendungan Bagong, Rumah Warga Berdampak Akan Segera Direlokasi

Diungkapkan oleh Kholiq, berdasar data yang dihimpun BBWS Brantas terdapat 1.500 bidang yang disiapkan untuk pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek dan 1.124 diantaranya telah diukur.

“Dari jumlah bidang yang telah dilakukan pengukuran, 57 bidang menunggu salinan putusan. Lalu 140 bidang sudah dilakukan apprasial, 296 bidang sudah disepakati daftar normatifnya bersama masyarakat, 83 bidang berupa daftar nominatif sudah diumumkan serta 548 bidang masih berupa peta bidang. Sedangkan 376 bidang sisanya yang belum diukur, ditargetkan selesai April 2021,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak meminta agar pembangunan bendungan yang terkendala akibat pembebasan lahan warga tersebut dapat segera diselesaikan dengan cepat dan tepat.

Emil menambahkan, pekerjaan rumah lain yang harus dikerjakan Pemkab Trenggalek yakni relokasi atau menyiapkan pemukiman baru bagi warga terdampak pembangunan.

Dari hasil rapat disampaikan ada 38 rumah yang bakal direlokasi pada bulan Juni. Selanjutnya, pada Agustus ada 107 rumah yang direlokasi.

Meski rencana relokasi sudah dijadwalkan, Emil meminta agar relokasi bagi 150 KK terdampak pembangunan Bendungan Bagong, benar-benar dipikirkan secara matang oleh Pemkab Trenggalek. Hal itu diharapkan agar pembangunan Bendungan Bagong berjalan sesuai rencana.

“Pemkab Trenggalek masih mencari lahan yang pas bagi warga yang terkena dampak relokasi pembangunan Bendungan Bagong. Relokasi yang akan dilakukan juga sudah dilakukan pendataan. Mulai data pemilik rumah serta data pemilik tanah sudah ada” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed