oleh

Kronologi Keluarnya Izin Pertambangan Emas PT. SMN di Trenggalek

SURABAYA – Rencana penambangan emas di Kabupaten Trenggalek menuai polemik. Belakangan muncul petisi penolakan terhadap proyek penambangan yang akan dilakukan PT Sumber Mineral Nusantara (SMN) tersebut.

Rencananya, eksploitasi emas PT SMN di Trenggalek akan dilakukan di sembilan kecamatan, yakni Watulimo, Kampak, Munjungan, Dongko, Gandusari, Karangan, Suruh, Pule dan Tugu.

PT SMN telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) tambang emas di Trenggalek dengan nomor perizinan P2T/57/15.02/VI/2019 seperti di release Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Masa berlaku IUP eksploitasi emas di lahan seluas 12.813,41 hektare di Trenggalek selama 10 tahun, mulai 24 Juni 2019 sampai 24 Juni 2029.

Terbitnya IUP OP untuk PT SMN dibenarkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur (Jatim), Aris Mukiyono.

Dia mengakui, pihaknya yang menerbitkan izin tersebut sebelum Revisi Undang-undang (UU) Mineral dan Batu Baru (Minerba) disahkan.

“Sebelum 10 Desember 2020 kewenangannya di provinsi, setelah 10 Desember 2020 kewenangannya ditarik ke pusat. (Tambang emas Trenggalek) ya 2019 kewenangannya di kita (Jatim). Ketika izin selesai kita harus memasukkan ke sistem data base ESDM,” ujarnya, Minggu (14/3/2021).

Izin Belum Diambil dan bisa dicabut

Meski sudah menerbitkan IUP OP untuk tambang emas di Trenggalek, Aris menegaskan kalau dokumen tersebut belum diberikan ke PT SMN.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed