oleh

Dengan Teknis Agronomi, Program Better Life Farming Hasilkan 9,7 Ton Padi Per Hektar

TRENGGALEK – Bayer melalui program ‘Better Life Farming’ merayakan panen raya bersama para petani di Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek.

Dengan pendampingan teknis agronomi, Bayer berhasil membawa petani di wilayah ini merayakan panen padi yang mencapai 9,7 ton per hektar.

Perusahaan yang memiliki visi: Health for All, Hunger for None ini membantu petani menghadapi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang belum usai.

Jarot Indarto dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) mengatakan para petani memiliki peran besar dalam membantu memastikan ketersediaan bahan pangan dalam negeri.

“Melihat peningkatan produksi padi yang cukup signifikan, kami sangat mengapresiasi inisiatif Bayer melalui program ‘Better Life Farming’, yang tak hanya membekali para petani dengan produk pertanian dan teknologi terkini yang dibutuhkan, tetapi juga pembekalan keahlian, akses kepada pasar, keuangan,” ujar Jarot, Kamis (03/01/2022)

Menurut Jarot, selain diharapkan mampu menambah produktivitas pertanian Indonesia, membangun kelembagaan petani juga meningkatkan kualitas hidup para petani.

Didampingi Laksmi Prasvita – Head of Communications, Public Affairs, Science and Sustainability Bayer Indonesia, Jarot Juga berdialog bersama para petani dan pemilik kios tani yang tergabung dalam Better Life Farming Center (BLFC) di Dusun Kalianyar, Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung.

BLFC yang menjadi bagian utama dari program ‘Better Life Farming’ adalah kios cerdas pertanian alias “toko serba ada” yang berperan sebagai ekosistem pendukung petani.

Kios ini melibatkan para pengumpul (off-taker), asuransi pertanian, lembaga keuangan (KUR pertanian atau fintech) yang menyediakan akses teknologi agri input, permodalan, serta penyedia layanan drone.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.