oleh

Aksi Nekad Pemuda Ngares Trenggalek Minta Audiensi Gegara Kades dan Perangkat Desa Gelar Aksi Demo

TRENGGALEK – Aksi Demo yang dilakukan Kades dan Perangkat Desa menolak Perpres 104 beberapa waktu yang lalu memicu seorang warga meminta audiensi.

Ali Roisudin seorang pemuda warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, nekad mendatangi Balai Desa mengajak Audiensi dengan Pemerintah Desa. Rabu (21/22/2022).

Pemuda yang mengatasnamakan pemuda Militan Desa Ngares ini meminta penjelasan Pemerintah Desa (Pemdes) terkait aksi penolakan Perpres Nomor 104 Tahun 2021.

Ali Roisudin mempertanyakan Aksi Demo yang dilakukan Pemdes Ngares beberapa hari lalu terkait penolakan Perpres Nomor 104 Tahun 2021 dengan mengatasnamakan Masyarakat Desa Ngares.

“Apakah aksi penolakan Perpres nomor 104 tahun 2021 oleh Pemdes Ngares sudah meminta izin ke masyarakat Desa Ngares,” ucap Ali, Selasa (21/12/2021).

Ia mempertanyakan alasan yang mendasari Pemerintah Desanya menolak Perpres yang sudah dikelurkan oleh Presiden Jokowi tersebut.

“Apa yang mendasari aksi demo tersebut sehingga mengatasnamakan rakyat, sebagai pemerintah Desa. Perpres itu dikeluarkan Presiden (Pemerintah),” sambungnya.

Dijelaskan oleh Ali Rosiudin, Perpres nomor 104 tahun 2021 itu adalah program pemerintah untuk mengatasi pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Mengingat poin yang dipermasalahkan oleh Pemdes adalah Dana Desa 40% untuk Bantuan Langsung Tunai,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) 40% dari Alokasi Dana Desa itu tentunya perekonomian ditingkat bawah akan bergerak, perputaran uang ditingkat bawah juga akan menggeliat.

“Sasaran dari BLT adalah Masyarakat Miskin yang pastinya dalam membelanjakan uang dari BLT juga di warung-warung kecil dilingkungan tempat tingalnya,” terangnya

Ali Roisudin mengatakan, audiensi ini sebagai wujud dukunganya terhadap program pemerintahan Jokowi, karena Perpres Nomor 104 merupakan bentuk tindakan nyata dari pemerintah dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid 19.

Namun aksi Audiensi Ali ini tidak mendapatkan jawaban langsung dari Kepala Desa Ngares karena tidak berhasil menemui Kepala Desa di karenakan ada kegiatan lain.

Sedangkan perwakilan dari Pemerintah Desa Ngares, Naim selaku Sekdes mengatakan aksi Demo yang dilakukan oleh Kades dan Perangkat Desa bukanlah menolak Perpres.

“Aksi demo pada tanggal 16 Desember 2021 kemarin bukan dalam arti menolak Perpres Nomor 104 tahun 2021 tentang BLT namun menolak alokasi dana desa 40 persen untuk BLT,” jelasnya.